Kamis, 26 Maret 2009

KEBERSAMAAN(makhluk sosial) DIMASJIDKU

Dikirim Uncategorized pada Maret 26, 2009 oleh alhanifs

Pada hari rabu masyarakat sekitar di undang oleh sdr AKMAL (pengurus kepemudaan MASJID AL AMANAH) untuk Musyawarah dan hasilnya adalah membentuk jadwal MC/Kultum Subuh. Di situlah kita menyadari bahwa manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lain. Arti Masyarakat itu sendiri yang berasal dari bahasa Arab musyarakah adalah saling bersekutu. Jadi masyarakat adalah wujud dari kesepakatan umum bagaimana setiap warganya dijamin peluangnya untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam sistem masyarakat, diatur yang kecil tidak dizalimi oleh yang besar, yang lemah dijamin memperoleh keadilan, yang memiliki kelebihan dijamin penghargaannya. Masyarakat juga sepakat untuk memberikan perlindungan kepada hak-hak azazi manusia, fisiknya, hartanya, fikirannya, jiwanya dan keyakinannya. Untuk itulah maka masyarakat membangun tradisi, membangun kebudayaan,membangun kebersamaan. Baca selebihnya »

Senin, 23 Maret 2009

Berubah Bacaan

Saya suka sekali membaca sebab membaca berarti bertambah ilmu juga bertambah wawasan, sewaktu saya di Tsanawiyyah aku suka mengumpulkan buku-buku kesanganku baik buku pelajaran sekolah dan buku bacaan yang lain, Aku adalah orang yang hoby sekali mebeli buku- buku loakan atau majalah loakan untuk dibaca dan koleksi. Setelah hijrah di Jakarta dan bekerja aku tambah giat membeli buku-buku rohani

di daerah kramat senen di emperan toko Gunung Agung dengan skalian mengikuti acara taklim mingguan di toko buku Haji Mas Agung/ Masjid Al Akraf Kwitang.

Dan ketika aku tahu Internet pernah aku pulang sampai pagi di warnet untuk berburu dan download ebook yang kusuka untuk aku koleksi dan aku jadikan pustaka digital. Salah satu orang yang saya kenal dengan baik profesinya di Bumi Internet Menceng. Dulu hampir tiap hari dia suka sekali membaca Kho Ping Ho, belakangan saya ketemu bacaannya sudah berubah buku-buku Taukhid, Bahasa Arab, Imam Ghozali sempat saya tanyakan kenapa bacaannya berubah. Dia katakan kalo membaca buku kho ping ho bertambah umur tidak akan membuat dia jadi pandai bersilat namun jika membaca bukunya Imam Ghozali bertambah umur semakin bertambah ilmu agamanya. Kalau Bahasa Arab? Mungkin biar bisa was wis wus wes cas cis cus hus hus sama mas Hanif kali ye…!!!

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَق .اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ .الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).(surat al-alaq 1-5)

Minggu, 22 Maret 2009

KAJIAN 15/29 MARET 2009

Dikirim Uncategorized dengan kaitan (tags) pada Maret 22, 2009 oleh alhanifs

KAJIAN 15/29 MARET 2009

QS 41 FUSHSHILAT AYAT KE 6

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ وَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِينَ 006. Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan (Nya),

OS 18 AL KAHFI AYAT 11O قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاء رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدا

110. Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”

OS 17 AL ISRAA’ AYAT 01 سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

1. Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

[847] Maksudnya: Al Masjidil Aqsha dan daerah-daerah sekitarnya dapat berkat dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya. Baca selebihnya »

Jumat, 20 Maret 2009

DISTRIBUSI HARTA SHADAQAH

DISTRIBUSI HARTA SHADAQAH

DI MASA KHALIFAH ‘UMAR

Di dalam kitabnya, ath-Thabaqât, Ibn Sa’ad menceritakan penggalan riwayat dari Abu Hurairah, yang bertutur demikian:

Pada suatu kali, aku pernah datang dari Abu Musa al-Asy’ari sambil membawa harta shadaqah (zakat) sebesar 800.000 dirham (1 dirham = 2,975 gram perak). ‘Umar (yang menerimanya) berkata, “Apa gerangan yang engkau bawa?”

Aku menjawab, “Aku membawa 800.000 dirham dari Abu Musa al-Asy’ari’.

‘Umar balik bertanya, “Apakah engkau gembira?”

Aku menjawab lagi, “Tentu, aku amat gembira.”

Setelah diserahkan kepada ‘Umar, ‘Umar tidak dapat tidur semalaman. Lalu istrinya bertanya, “Mengapa engkau tidak bisa tidur semalaman?” ‘

‘Umar menjawab, “Bagaimana aku bisa tidur, sementara telah datang kepadaku harta zakat sebanyak itu? Sungguh, aku tidak dapat tidur sampai aku bagikan harta itu kepada kaum Muslim.”

Usai salat subuh, ‘Umar berkata kepada para sahabat, “Semalam telah datang kepadaku harta shadaqah yang jumlahnya belum pernah didapatkan umat Islam sebanyak itu. Karena itu, berikanlah pendapat kalian, bagaimana seharusnya aku membagikan harta itu?”

Kemudian banyak para sahabat yang menyampaikan pendapatnya masing-masing hingga akhirnya ‘Umar berkata, “Jika demikian, aku akan membagikan harta ini pertama kalinya kepada keluarga Rasulullah saw.”

Setelah itu, ‘Umar mencatat satu persatu nama-nama keluarga Rasulullah saw.; mulai dari Bani Hasyim, Bani Abdul Muthalib, lalu Bani Abdu Syamsi, dan Bani Naufal ibn Abi Manaf. (Ibn Sa’ad, ath-Thabaqât, jld III/216).

Ath-Thabari melengkapi riwayat tersebut berdasarkan versi Ibn Huwairits. Disebutkan bahwa ‘Umar ibn al-Khaththab pernah meminta pendapat kepada kaum Muslim tentang daftar nama-nama orang yang yang akan memperoleh santunan. ‘Ali ibn Abi Thalib berkata, “Sebaiknya engkau membagikan kepada mereka setiap tahun apabila engkau memperoleh harta shadaqah (zakat).”

‘Utsman berkata, “Menurutku, sebaiknya harta yang banyak itu dibagikan kepada setiap orang secukupnya, sebab hal itu akan mencukupi semua orang meskipun mereka tidak dihitung.”

Walid ibn Hisyam ibn Mughirah berkata, “Amirul Mukminin, sesungguhnya aku pernah mengunjungi negeri Syam, dan aku menyaksikan para pembesarnya mencatat nama-nama pasukannya satu-persatu dan mencatat nama-nama para pegawainya.”

‘Umar lalu memerintahkan ‘Aqil ibn Abi Thalib, Makhramah ibn Naufal, dan Jubair ibn Muth’im (ketiganya dikenal sebagai ahli nasab suku Quraisy), “Catatlah nama setiap orang menurut kedudukannya masing-masing.”

Lalu ketiga orang itu mengawali catatannya dengan nama-nama dari keluarga Bani Hasyim, kemudian keluarga Abubakar dan kaumnya, setelah itu nama keluarga ‘Umar beserta kaumnya. Melihat catatan tersebut ‘Umar berkata, “Sebaiknya awalilah catatan itu dari keluarga Rasulullah saw., kemudian keluarga-keluarga yang paling dekat, selanjutnya (yang terakhir) hingga pada keluargaku. (ath-Thabari, Târikh al-Umâm wa al-Mulûk, jld. V/22).

Riwayat tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan Negara Khilafah Islamiyah (14 abad lampau) telah memiliki manajemen distribusi harta shadaqah (zakat) yang amat rapi, terkontrol, dan transparan.

Adakah para penguasa Muslim saat ini yang—katanya memiliki negara lebih modern—mempunyai catatan yang rapi, terkontrol, dan transparan? Adakah mereka tidak dapat tidur nyenyak hingga harta milik kaum Muslim dibagi-bagikan? []

Anda ingin mendapat pencerahan dlm berleluarga? bergabunglah bersama kami dalam pengajian 2 mingguan pada tanggal 29 maret Jam 19.30 di Gedung Bimbel PRISMA Jl. Pelopor Blok O VIII No. 24 Depan Masjid Al Amanah Tegal alur Kalideres Jak-Bar

Nasihat aqidah Islam

Dikirim Uncategorized pada Maret 20, 2009 oleh alhanifs

Dukun Ponari & Fenomena Batu Petir

Ponari, nama yang sederhana, sesederhana orangnya. Tidak ada yang istimewa pada sosok bocah sepuluh tahun ini sampai suatu hari ia menemukan sebuah batu yang dikenal belakangan dengan sebutan “batu petir” dan konon diyakini “sakti”, paling tidak oleh ribuan orang yang telah menjadi pasiennya. Batu yang dengan sekali celup, air celupannya bisa mengobati segala macam penyakit. Batu yang telah menjungkirbalikkan logika ribuan anak bangsa! Ponari, begitu pula Dewi Sulistiyowati dan entah siapa lagi bakal menyusul, telah menjadi sebuah fenomena berkat batu yang mereka temukan. Tapi yang lebih fenomenal dari itu semua adalah ribuan atau bahkan jutaan ummat manusia yang “tersihir” dan percaya terhadap eksistensi “batu petir” dalam proses penyembuhan. Baca selebihnya »

Assalamualaykum... ikwan fillah berikut informasi tabligh akbar insya Alloh akan diadakah pada : Hari: Ahad Tgl: 2 Rabiul Tsani 1430 H 29 Maret 2009 Jam: 09.00 s/d selesai Pemateri : Ust. Ali Saman Hasan, Lc tempat : Masjid Nurul Iman Jl. Raya Pos Pengumben No. 21 Srengseng Kembangan Jakarta Barat 11630 Telaah Kitab "616 Kesepakatan Ulama Ahlu Sunnah Dalam Masalah Aqidah" Karya : Syeikh Waleed Bin Rasyid Abdul Aziz As Suaidan Penterjemah : Ali Saman Hasan, Lc terbuka untuk umum (ikhwan dan akhwat) contact person : Abu Izzudin : (021) 918 192 83 Fuji Gozali : (021) 958 551 32 Yeyen : 0813 806 854 04 Rute Kendaraan Umum : Blok M : Metromini S70 turun di depan Masjid Nurul Iman Tanah Abang : Mikrolet M09 turun di perempatan permata hijau naik Metromini S70 turun di depan Masjid Nurul Iman Lebak Bulus : Busway, Lebak Bulus-Harmoni, turun di halte Rumah Sakit Medika Permata Hijau, naik S70 turun di depan Masjid Nurul Iman Grogol : Busway, Harmoni-Lebak Bulus, turun di halte Rumah Sakit Medika Permata Hijau, naik S70 turun di depan Masjid Nurul Iman semoga bermanfaat..

Ridho dalam jalan-Nya

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali. (An-Nisa 116). يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Al-Maidah:16) Anda ingin mendapat pencerahan dlm berleluarga? bergabunglah bersama kami dalam pengajian 2 mingguan pada tanggal 29 maret Jam 19.30 di Gedung Bimbel PRISMA Jl. Pelopor Blok O VIII No. 24 Depan Masjid Al Amanah Tegal alur Kalideres Jak-Bar

Rabu, 18 Maret 2009

Amanah dalam Keluarga

Amanah dalam Keluarga

Amanah/Keluarga? Inilah yang sring disinggung dalam pengajian Majlis Taklim Al Hidayah oleh Ust. M. Ikbal Siregar disamping masalah pelurusan akidah dan ibadah adalah sesuatu yang penjagaannya dipercayakan kepada orang yang dititipi hingga suatu saat itu akan diambil oleh yang menitipkan. Maksud menitipkan adalah agar sesuatu yang dititipkan itu tetap terjaga dan terlindungi ke­beradaannya. Tanggung jawab memelihara sesuatu yang dititipkan itulah yang disebut amanah. Anak adalah amanah Allah kepada orang tuanya dimana orang tua berkewajiban memelihara dan mendidiknya agar anak itu terpelihara dan berkembang potensinya hingga ia kelak menjadi manusia yang berkualitas sesuai derngan maksud pencip­taannya. Isteri adalah amanah Allah kepada suami dimana suami wajib melindunginya dari gangguan yang datang, baik gangguan fisik maupun psikis. Demikian juga suami adalah amanah Allah kepada isteri dimana ia wajib memberikan sesuatu yang membuatnya tenang, tenteram, aman dalam menjalankan tugas-tugas hidupnya. Anda ingin mendapat pencerahan dlm berleluarga? bergabunglah bersama kami dalam pengajian 2 mingguan pada tanggal 29 maret Jam 19.30 di Gedung Bimbel PRISMA Jl. Pelopor Blok O VIII No. 24 Depan Masjid Al Amanah Tegal alur Kalideres Jak-Bar.

Keberhasilan Dalam Rumah Tangga

Keberhasilan Dalam Rumah Tangga Ada kebiasaan istri yang menyenangkan buat saya yaitu kebiasaannya bertanya. Pernah suatu malam dia bertanya. "Apa sih keberhasilan dalam rumah tangga?" "Gaji Bulanan" Jawab saya. Menurutnya salah. Rumah Besar dengan isinya, saldo rekening yang besar dibank, menurutnya masih juga tidak benar. "Lantas apa dong?" Tanya saya. Dia menjawab, "Keinginan belajar pada diri suami dan istri, jika keinginan belajarnya kuat maka akan tercipta suasana belajar didalam rumah tangga itu. Suasana belajar itulah yang menjadi kunci sukses dalam rumah tangga." Setujukah anda?

Selasa, 17 Maret 2009

Kamis, 12 Maret 2009

Kampanye "Keluargaku, Surgaku"

Perspektif, Visi & Misi Kampanye "Keluargaku, Surgaku"

Dimasyarakat manapun keluarga merupakan rujukan keberhasilan dan kebahagiaan. Jika ada orang gagal dalam karier namun sukses dan bahagia dalam kehidupan keluarga, maka dia tetap dipandang sukses. Tapi jika ada orang yang gagal didalam mengurus keluarga namun sukses didalam kariernya maka orang itu dipandang gagal. Itulah sebabnya peran ayah sebagai teladan dan ibu sebagai pengayom berperan sebagai figure bagi anak-anaknya sekaligus pondasi didalam rumah tangga. Mengutamakan keluarga berarti mengutamakan masa depan anak-anak. Bangsa ini sangat bergantung pada masa depan anak-anak yang tumbuh dari keluarga bahagia. Visi Kampanye "Keluargaku, Surgaku" adalah Menuju keluarga sehat, indah dan bahagia Misi Kampanye "Keluargaku, Surgaku" adalah meningkatkan kualitas kehidupan keluarga menjadi lebih baik dan harmonis.

Pentingnya Partisipasi Anda

Kampanye "Keluargaku, Surgaku" merupakan bentuk keprihatinan kami terhadap maraknya pemberitaan perceraiaan melalui media massa cetak maupun elektronik. Maraknya pemberitaan perceraian sangat berpengaruh buruk bagi keluarga, baik ayah, ibu dan anak. Tujuan Pokok Kampanye "Keluargaku, Surgaku" adalah: 1. Jangan menonton pemberitaan elektronik tentang perceraian. 2. Jangan membiarkan anak menonton TV sendirian pada acara infotainment. 3. matikan TV anda, ajaklah anak-anak bermain dan belajar. 4. Cintailah keluarga anda sebagaimana anda mencintai diri anda sendiri. Pentingnya Partisipasi Anda Pada Kampanye "Keluargaku, Surgaku" 1. Peran anda begitu penting dalam mensosialisasikan pada masyarakat luas betapa pentingnya menjaga keutuhan keluarga melalui email, website, sms, milis. 2. Anda dapat mendiskusikan pada teman, sahabat, keluarga tentang pentinga kampanye "Keluargaku, Surgaku" 3. Apapun ide, gagasan anda dalam mengembangkan kampanye "Keluargaku, Surgaku" adalah salah satu cara mencegah kehancuran keluarga. Jangan tunggu nanti, mari kita selamatkan masa depan anak-anak kita dari kehancuran sebuah keluarga by. http://agussyafii.blogspot.com

Selasa, 10 Maret 2009

Sejarah Peringatan Maulid Nabi Shallallahu `alaihi Wasallam

Dikirim Uncategorized pada Maret 9, 2009 oleh alhanifs

a. Sejarah peringatan maulid: Seluruh ulama sepakat bahwa maulid Nabi tidak pernah diperingati pada masa Nabi shallallahu `alaihi wasallam hidup dan tidak juga pada masa pemerintahan khulafaurrasyidin. Lalu kapan dimulainya peringatan maulid Nabi dan siapa yang pertama kali mengadakannya? Al Maqrizy (seorang ahli sejarah islam) dalam bukunya “Al khutath” menjelaskan bahwa maulid Nabi mulai diperingati pada abad IV Hijriyah oleh Dinasti Fathimiyyun di Mesir. Baca selebihnya »

Senin, 09 Maret 2009

Memperingati Maulud Nabi

Allah telah memerintah nabinya untuk mengikuti syari’atnya dalam beribadah kepadanya, dan melarang mengikuti hawa nafsu, dalam banyak ayat Allah memerintah nabinya untuk mengikuti wahyu. Ulama mengatakan bahwa ibadah harus didasari wahyu, dan tidak berdasarkan akal fikiran manusia. Allah SWT memberi karunia kepada hambanya dengan mengutus rasulnya SAW, bukan dengan kelahirannya, oleh karena itu pada hari kelahiran nabi s.a.w para salafus shalih tidak melakukan amal perbuatan yang lebih dari hari-hari lain, dan tidak menganggap hari kelahiran nabi sebagai hari istimewa yang perlu diperingati, dirayakan atau dikaitkan dengan suatu hal yang dianggap penting, lihatlah misalnya Umar bin Khattab t ketika akan menetapkan awal tahun hijriyah, beliau tidak memulainya dari hari atau bulan kelahiran nabi s.a.w, namun memulainya dengan tanggal kemenangan nabi SAW. Baca selebihnya »

Senin, 02 Maret 2009

PRAKATA

Bismillaahirrahmaanirrahiim
 
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.
Shalawat dan salam semoga 
dicurahkan kepada Rasul termulia, juga kepada seluruh keluarga dan 
shahabatnya.Amma ba'du.
Website pustaka-alhanif.blogspot.com / alhanifs.wordpress.com 
adalah sebuah media komuniksi untuk anggota Majlis Taklim AL HIDAYAH
dan Kajian rutin Ust. M Ikbal Siregar  merupakan sebuah dakwah
yang sangat ringkas dan sederhana, yang diupayakan untuk ikut serta
dalam tasfiyah (membersihkan) umat dari syirik, bid'ah, serta gerakan
pemikiran yang merusak ajaran Islam dan tarbiyah (mendidik) kaum
muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni dan mengajak mereka
kepada pola pikir ilmiah berdasarkan al-Qur'an dan as-Sunnah.
Kebenaran dan kebaikan yang anda dapatkan dari website ini datangnya 
dari Allah Ta'ala, adapun yang berupa kesalahan datangnya dari 
syaithan, dan kami berlepas diri dari kesalahan tersebut ketika kami 
masih hidup ataupun ketika sudah mati.
Semua tulisan atau kitab selain Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahihah 
dan maqbul, mempunyai celah untuk dikritik, disalahkan dan dibenarkan. 
Barangsiapa yang melihat adanya kesalahan hendaknya meluruskannya.
Hati kami lapang dan telinga kami mendengar serta bersedia menerima.
Semoga Allah menjadikan upaya ini sebagai amalan shalih yang bermanfaat 
pada hari yang tidak lagi bermanfaat harta dan anak-anak, melainkan 
orang yang menemui Rabb-nya dengan amalan shalih.
Jazaakumullahu khairan 

AL HANIF

3 CARA MENGENAL ALLAH

Dikirim Uncategorized pada Maret 1, 2009 oleh alhanifs

Adapun mengenal Allah ialah dalam tiga hal, yaitu: mengenal Allah delam rububiyyah-Nya, mengenal Allah dalam uluhiyyah-Nya, dan mengenal Allah dalam nama dan sifat-Nya. Dan itulah tiga tauhid yang wajib diketahui oleh setiap muslim. Baca selebihnya »